Muhammad Al-Fatih dikagumi Voltaire, filosof Perancis

Detik Islam » Pujian Voltaire Pada Muhammad Al-Fatih

Muhammad Al-Fatih

Salah seorang pemikir Rennaisance, Voltaire, ternyata memuji apiknya sistem Khilafah. Ketika 1453, tatkala Islam menaklukkan Konstantinopel, ibukota Romawi, Voltaire menyadari bagaimana sistem Islam mampu melindungi umat lain. Voltaire mengagumi sosok Sultan Muhammad Al Fatih.

MAHKAMAH.CO, Jakarta,- Voltaire adalah filosof kebanggaan Perancis. Nama lengkapnya Francois Marie Arouet. “Voltaire” merupakan nama pena-nya. Dia diberikan nafas dari Allah SWT 21 November 1694 hingga 30 Mei 1778. 

Walaupun menetap di Perancis, Voltaire lebih condong memihak pada kaum Protestan, yang menentang Gereja Katolik Roma. Dia mendukung gerakan pemisahan Gereja dan Negara. Voltaire adalah seorang penulis serbaguna. Menghasilkan karya di hampir setiap bentuk sastra, termasuk drama, puisi, novel, esai, dan karya-karya sejarah dan ilmiah. Dia menulis lebih dari 20.000 huruf dan lebih dari 2.000 buku dan pamflet.

Voltaire juga seorang advokat ulung. Dia sering mengkritik sistem Monarki di Perancis lewat karya-karyanya. Voltaire dididik oleh Yesuit di College Louis le Grand (1704-1711), di mana ia belajar bahasa Latin dan Yunani. Kemudian hari ia menjadi fasih dalam bahasa Italia, Spanyol dan Inggris.

Karena terpengaruh budaya Eropa, sejak muda Voltaire sudah membangkang terhadap ayahnya, orang yang membesarkan dia. Sang ayah menginginkan agar Voltaire menjadi pengacara. Tapi dia membangkang. Voltaire pura-pura bekerja di kantor notaris. Tapi aktivitasnya hanya menulis puisi dan sajak. Begitu ketahuan ayahnya, dia pun dikirim untuk belajar hukum di Caen, Normandia.

Kemudian sang ayah mengirimnya bekerja sebagai sekretaris Duta Besar Perancis di Belanda. Disitulah Voltaire kembali membangkang. Dia mengawini seorang pengungsi Protestan, Catherine Olympe Dunoyer. Ketika itu di Eropa, antara Protestan dan Katolik terlibat perang besar-besaran.

Dalam salah satu karyanya, Voltaire sempat menuliskan tentang penaklukkan Konstantinopel di tangan Islam. Pasukan Islam yang dipimpin Sultan Muhammad Al Fatih itu memang dipuji habis oleh Voltaire. Voltaire yang merupakan fanatik Kristen, sama sekali tak menyebutkan kebencian terhadap Islam, ketika menaklukkan Konstantinopel. Inilah penuturannya.

“Sesungguhnya orang-orang Islam itu tidak pernah memperlakukan kaum Kristen itu dengan buruk seperti yang kita yakini. Hal yang harus dicermati adalah bahwa tak ada satu pun masyarakat Kristen yang mengijinkan kaum muslimin memiliki masjid di negerinya. Berbeda dengan bangsa Utsmani (Turk). Mereka mengijinkan bangsa Yunani yang kalah itu mempunyai Gereja sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa Sultan Muhammad Al Fatihadalah sosok yang cerdas dan bijaksana ketika ia memberikan kebebasan kepada kaum Kristen yang kalah itu untuk memilih sendiri uskup mereka. Dan ketika mreka telah memilihnya, Sultan pun menetapkannya dan menyerahkan tongkat keuskupan kepadanya serta mengenakan cincin untuknya. Hingga sang uskup berseru saat itu dengan mengatakan: ‘Aku sungguh malu menerima penghargaan dan penghormatan ini; suatu hal yang tidak pernah dilakukan oleh raja-raja Kristen terhadap uskup-uskup sebelumku”.

Memang hal itu nyata adanya. Dalam sistem Islam, dikenal sistem “Millah” (Millet), yang dimulai sejak era Rasulullah SAW. Sistem inilah yang terus diterapkan oleh Sultan Al Fatih ketika memimpin Konstantinopel, yang sudah diganti menjadi Islambol.

Walaupun berada dalam Kekhilafahan, rakyat beragama lain tetap dijamin kebebasannya dalam menjalankan ibadah. Sistem Millah ini pula yang menegaskan bahwa setiap pemeluk agama tunduk pada hukum agama-nya. Dan ketika ada sengketa, maka diadili menurut tata cara agama yang dianutnya.
Sejak abad 18, Utsmaniah menjalani tanzimat. Sistem millah ini dihapuskan. Diganti dengan sistem “bangsa” atau negara. Dalam konsep “state”, hukum yang berlaku berdasarkan kesepakatan rakyat bersama (du contrac social), tak lagi merujuk pada hukum Tuhan. Hingga kini, hal itulah yang berlaku. (mahkamah.co/RA)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s