Al-Azhar dimata rakyat Indonesia

Muslimedia News – Media Islam

Muslimedianews.com ~ Al-Azhar telah menghasilkan beberapa orang pemimpin negara. Salah satunya adalah Abdurrahman Wahid (alm), mantan Presiden Republik Indonesia, yang pernah mengunjungi Mesir dan al-Azhar, mengenang masa-masa belajarnya dan makannya selama di Mesir. Ia pernah menolak makanan yang disediakan baginya selaku seorang presiden, kemudian berkata, ‘Berikan saya Ful dan Tha`miyah!’ (dua jenis makanan khas Mesir)Seorang teman saya yang berasal dari Indonesia yang juga belajar di al-Azhar pernah berkata, ‘Rakyat Indonesia seluruhnya lebih mengenal al-Azhar dari pada Mesir. Mereka menjadikan al-Azhar sebagai pintu utama untuk berkunjung ke negeri ini, dan sebagai ejawantahan dari rasa rindu mereka terhadap Mesir.Rakyat Indonesia melihat bahwa al-Azhar adalah wakaf untuk kaum muslim di seluruh dunia dan bukan hanya untuk bangsa Mesir saja. Maka, sebagaimana sungai Nil adalah anugerah Allah bagi Mesir, maka al-Azhar adalah anugerah Allah bagi seluruh kaum muslimin di seluruh dunia.Mereka pun merasakan kesedihan atas kekacauan dan kerusakan yang terjadi di lingkungan kampus al-Azhar sebagai dampak dari aksi demonstrasi beberapa minggu belakangan. Karena itulah Pejabat Pendidikan dan Kebudayaan dari Kedutaan Besar Indonesia di Kairo bersama sekelompok mahasiswa melakukan pembersihan umum di kampus al-Azhar dan bersama-sama mengecat ulang dan menghiasi tembok-temboknya disaksikan oleh orang banyak. Hal itu menunjukkan nilai al-Azhar di mata orang non-Mesir.Teman saya itu juga mengatakan bahwa krisis politik yang terjadi di negara Mesir dan di al-Azhar secara khusus telah diketahui oleh mahasiswa Indonesia yang berada di Mesir dan rakyat yang ada di tanah air. Mereka mengetahui krisis tersebut dari media-media informasi dan beranggapan bahwa Mesir tergoncang dengan jatuhnya korban setiap harinya.Namun meski begitu, pemerintah Indonesia tidak menarik para pelajarnya di al-Azhar untuk kembali ke tanah air sebagaimana yang dilakukan oleh Malaysia karena khawatir akan dampak yang mungkin akan dirasakan oleh para mahasiswa yang kemudian mengembalikan mereka ketika keadaan sudah aman terkendali. (*/)
 
Dr. Najib Ibrahim, Kolumnis Mesir.
Dikutip dari tulisan Dr. Najib Ibrahim yang dimuat di harian al-Mashri al-Yaum, Berjudul “الأزهر في عيون إندونسية”

http://www.muslimedianews.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s