Tingkatan Sholat Dluha

Tingkatan shalat dhuha

1. Tingakatan pertama
Inilah derajat yang paling sempurna.

Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda:
“Barangsiapa yang shalat shubuh dengan berjama’ah kemudian dia berdzikir kepada Allah Ta’ala sampai terbitnya matahari lalu dia shalat dua raka’at (setelah berlalunya waktu yang diharamkan), maka pahalanya seperti pahala berhaji dan ‘umrah, sempurna, sempurna, sempurna.” (HR. At-Tirmidziy no.591 hasan)

2. Tingkatan kedua
Pulang ke rumah sebelum masuk waktu dhuha, tapi pas masuk waktu dhuha, balik lagi ke masjid untuk shalat dhuha.

مَنْ تَوَضَّأَ ثُمَّ غَدَا إِلىَ الْمَسْجِدِ لِسَبْحَةِ الضُّحىَ، فَهُوَ أَقْرَبُ مَغْزىً وَأَكْثَرُ غَنِيْمَةً وَأَوْشَكُ رَجْعَةً

Barang siapa yang berwudhu kemudian pergi pada waktu pagi ke MASJID untuk melakukan shalat dhuha, maka hal itu adalah peperangan yang paling dekat dan ghanimah yang paling banyak dan akan segera kembali.” (HR. Thabrani dan lainnya; lihat shahiih at targhiib).

3. Tingkatan ketiga
Shalat dhuhanya di rumah. Maka kita mendapatkan keutamaan umum shalat dhuha.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

لاَ يُحَافَظُ عَلىَ صَلاَةِ الضُّحىَ إِلاَّ أَوَّابٌ , وَهِيَ صَلاَةُ اْلأَوَّابِيْنَ

“Tidak menjaga shalat dhuha kecuali awwab (orang yang kembali kepada Allah), dan ia adalah shalatnya awwabin (orang-orang yang segera kembali kepada Allah).” (HR. Ibnu Huzaimah dan al-Hakim )

إِن تَكُونُوا صَالِحِينَ فَإِنَّهُ كَانَ لِلْأَوَّابِينَ غَفُورًا

jika kamu termasuk golongan ash shaalihiin, maka sesungguhnya Dia Maha Pengampun kepada al awwaabiin (al Israa’ : 20)

( BBM Syariah )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s