Pancious, Pancake House, dengan Identitas Baru

Setelah 6 Tahun Berdiri, Pancious Hadir dengan Identitas Baru

Restoran Pancious identik dengan pancake. Hal inipun tercermin dari logonya yang seperti tumpukan pancake dan bertuliskan ‘Pancake House‘. Namun, mulai kemarin Anda tak akan lagi menemukan simbol pancake di logo restoran ini.
Pancious resmi berganti identitas pada Rabu (04/12/13), bertepatan dengan peresmian gerainya yang ke-14 di Grand Indonesia, Jakarta. Setelah enam tahun berdiri, restoran ini melakukan peremajaan total.

Mengusung konsep ‘Good Food & Good Place‘, Pancious ingin menampilkan citra selalu hadir dengan menu baru yang kreatif, inovatif, dan berkualitas prima. Interiornyapun ditata bergaya kontemporer dengan sedikit sentuhan alami dan klasik agar tampak modern.

Warna identitasnya tetap merah dan hitam, melambangkan passion dan keberanian berinovasi dengan sajian dan hal-hal baru. Namun, tak ada lagi simbol pancake.

“Dulu, kami memang dikenal sebagai restoran pancake. Namun, seiring waktu, sajian andalan kami tak lagi hanya pancake. Karena itu kami melakukan repositioning menjadi Western casual dining restaurant,” jelas Fransisca Tjong, direktur pemasaran Pancious.

Tipograf ‘Pancious’ kini seperti tulisan tangan, layaknya tulisan chef saat menciptakan resep orisinal. Dengan ini, Pancious ingin menunjukkan bahwa semua hidangannya terbuat dari bahan-bahan segar. Logonya seperti coret-coretan berbentuk huruf P, menandai kreativitas Pancious dalam menciptakan sajian.

Desain interior restorannya juga berubah. Dimulai dari gerai barunya di Grand Indonesia dan bertahap ke seluruh outlet, Pancious hadir dengan konsep marketplace atau pasar. Rak-rak bahan makanan dan lemari es berkaca transparan didukung dengan dominasi unsur kayu dan besi, lampu-lampu dengan kabel menjuntai, serta dinding dengan kesan unfinished.

“Selain untuk mengikuti perkembangan industri food & beverage di Indonesia, peremajaan ini juga dilakukan untuk memperbesar pangsa pasar. Kami juga berupaya menginternasionalisasikan identitas Pancious sehingga mampu bertarung dengan merek-merek asing, baik di dalam maupun luar negeri kelak,” tutur Fransisca.

Danny Anthonius, Country manager AS Louken Indonesia selaku konsultan brand Pancious, memuji kesuksesan restoran ini. “Baru berdiri enam tahun sudah membuka 14 cabang. Menunyapun selalu ada yang baru. Merek lokal buatan anak-anak muda bangsa ini memiliki konsep dan hidangan yang tak kalah dengan restoran-restoran dari luar negeri,” katanya.

(odi/fit)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s