Puisi Kehidupan

PUISI KEHIDUPAN

Hari hari lewat, pelan tapi pasti.
Hari ini aku menuju satu puncak tangga yang baru…
Karena aku akan membuka lembaran baru…
Untuk sisa jatah umurku yang baru…

Daun gugur satu-2…
Semua terjadi karena ijin Allah..

Umurku bertambah satu-satu…
Semua terjadi karena ijin Allah..
Tapi, coba aku tengok kebelakang..
Ternyata aku masih banyak berhutang…
Ya, berhutang pada diriku…

Karena ibadahku masih pas-pasan…
Kuraba dahiku. .
Astagfirullah, sujudku masih jauh dari khusyuk…
Kutimbang keinginanku….
Hmm… masih lebih besar duniawiku…

Ya Allah…
Akankah aku masih bertemu tanggal dan bulan yang sama di tahun depan?..
Akankah aku masih merasakan rasa ini pada tanggal dan bulan yang sama di tahun depan?..
Masihkah aku diberi kesempatan?..

Ya Allah….
Tetes airmataku adalah tanda kelemahanku…
Rasa sedih yang mendalam adalah penyesalanku…

Astagfirullah….

Jika Engkau ijinkan hamba bertemu tahun depan…
Ijinkan hambaMU ini, mulai hari ini lebih khusyuk dalam ibadah….
Timbangan dunia dan akhirat hamba seimbang….
Sehingga hamba bisa sempurna sebagai khalifahMu…

Hamba sangat ingin melihat wajah-Mu di sana….
Hamba sangat ingin melihat senyum-Mu di sana…
Insya Allah.!
(Chairil Anwar)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s