Bagaimana melarang tanpa kata ‘JANGAN’

Begini Caranya Melarang Anak Tanpa Gunakan Kata ‘Tidak’ atau ‘Jangan’

Radian Nyi Sukmasari – detikHealth

Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta – Ketika anak ingin melakukan sesuatu yang kurang baik atau justru berbahaya, sudah sepatutnya orang tua melarang si kecil, biasanya dengan menggunakan kata tidak atau jangan. Tapi, yang jadi masalah, terlalu sering mengeluarkan kata tidak atau jangan pada anak pun bisa mempengaruhi perkembangannya.
Tak usah bingung, untuk melarang anak tak melulu harus dengan kata jangan atau tidak. Ada pula beberapa cara yang bisa dilakukan orang tua untuk melarang anaknya tanpa menggunakan kata tidak atau jangan, seperti dilansir Boldsky, Rabu (12/2/2014) berikut ini:
1. Berikan alasan
Gunakan kalimat ‘mama atau papa tahu kamu menyukainya, tapi…” dengan begitu, Anda bisa memberi alasan pada anak mengapa ia tidak boleh melakukan hal itu. Dengan begini, anak bisa mengerti apa hal yang tidak tepat yang suah ia lakukan. Selain itu, anak juga bisa menasihati temannya ketika si teman melakukan hal yang serupa.
2. Pakai isyarat berhenti
Untuk berkomunikasi tak harus secara verbal bukan? begitu juga ketika melarang anak, selain menggunakan kata jangan atau tidak dengan intonasi yang lebih tinggi pastinya, Anda bisa menggunakan isyarat. Cara ini membantu Anda untuk melarang anak menghentikan aksinya saat berada di tempat yang Anda tak bisa menegurnya langsung, seperti saat berada di tempat ibadah.
3. Cari larangan pengganti yang kreatif
Akan lebih baik saat melarang anak Anda menggunakan kalimat yang kreatif, bukan kalimat langsung dan jelas berupa tidak atau jangan. Anda bisa saja memilih kalimat ‘itu kotor dan nanti bisa membuatmu sakit’, ‘ini bukan untuk anak-anak’, atau ‘kamu nanti bisa dapat yang lebih bagus’. Kalimat seperti itu membuat anak lebih nyaman ketika dilarang tanpa ia harus mendengar kata tidak atau jangan secara langsung.
4. Alihkan perhatiannya
Salah satu cara terbaik untuk mengatakan tidak pada anak yakni dengan mencoba mengalihkan perhatiannya pada sesuatu yang lebih menarik. Anak, khususnya balita memiliki memori jangka pendek sehingga mereka akan melupakan permintaan mereka sebelumnya setelah melakukan aktivitas lain.
5. Jangan terlalu sering melarangnya
Hindari mengatakan tidak atau jangan terlalu sering. Jika memang apa yang ia lakukan tak terlalu bermasalah, tanggapilah anak dengan respons yang positif. Langkah ini membantu mereka memahami bahwa seyoiyanya apa yang dilarang oleh orang tua adalah sesuatu yang benar-benar berbahaya dan merugikan baginya.

http://m.detik.com/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s