Peluklah Anak Anda, Sekarang Juga

Detik Islam » Peluklah Anak Anda Sekarang

Kapan Anda terakhir memeluk anak? Memeluk adalah ekspresi kasih sayang. Ia begitu simpel tapi Anda akan merasakan kepolosan dan kegembiraan mereka. Sedangkan anak akan merasakan bahwa dia dilindungi dan disayangi dengan tanpa syarat dari orang tuanya.

Memeluk amat penting bagi kehidupan kita dan anak-anak. Dengan memeluk otak akan terstimulasi untuk memproduksi hormon oksitosin yang mampu memberikan perasaan tenang pada anak serta mengurangi racun dari zat berbahaya di otak, sehingga dapat menambah ketenangan dan kebahagian pada anak.

Nabi Muhammad saw. mencontohkan sebagai sosok ayah dan kakek yang demikian dekat dan ekspresif dalam menyayangi anak-anak. Terdapat riwayat shahih yang menceritakan Rasulullah saw. menggendong cucunya yang bernama Umamah bin Abi al-Ash, putri Zaynab ra. saat shalat, atau bermain kuda-kudaan dengan Hasan dan Husayn radliallahu ‘anhuma. Serta tak lupa Beliau selalu mendoakan mereka.

Terkadang kita melupakan pentingnya arti pelukan bagi anak-anak. Banyak orang tua yang merasa memeluk anak adalah hal yang biasa, bahkan hampir dianggap tak berarti. Padahal bagi anak, salah satu cara bisa mereka pahami bahwa mereka disayangi dan dilindungi oleh orang tua mereka adalah melalui pelukan.

Pernahkah Anda perhatikan saat ayah dan bundanya baru pulang, anak-anak akan berhamburan menghampiri Anda sambil mengembangkan tangannya? Bahkan mereka sering langsung memeluk kaki Anda atau minta digendong? Bagi mereka berpisah dua atau tiga jam sudah terasa lama, walaupun mungkin itu waktu yang amat sebentar bagi orang dewasa.

Peluklah mereka sekarang. Karena akan tiba masanya mereka sudah tak mungkin lagi Anda peluk. Saat mereka menjelang aqil baligh, kemandirian mereka sudah tumbuh, kebutuhan mereka akan pelukan sudah berkurang. Jangankan Anda peluk, diantar ke sekolah pun mereka sudah merasa enggan.

Orang tua patut merasa berduka ketika pulang ke rumah tapi anak-anak tidak mau menghampirinya. Bisa jadi itu pertanda ada ikatan emosional dan kasih sayang yang mengendur. Atau anak lebih memilih menempel dengan pengasuhnya atau mainannya.

Bila itu terjadi, apakah Anda merasa berduka atau biasa-biasa saja? Atau justru merasa senang ketika si kecil tidak menghampiri dan tidak minta dipeluk serta ditemani? Senang karena Anda terbebas dari beban harus mengajaknya bermain. Anda bisa kembali membuka laptop atau gadget untuk melihat pekerjaan kantor atau urusan dakwah tanpa terganggu oleh si kecil. Semoga itu bukan pertanda yang disebut oleh Nabi saw. kepada sebagian umatnya.

وَامْلِكُ إِنْ كَانَ اللَّهُ نَزَعَ مِنْكُمُ الرَّحْمَةَ

“Apakah dayaku, kalau Allah telah mencabut dari hatimu rasa kasih sayang,”(HR. Muttafaq ‘alayhi).[]Oleh : Iwan Januar (iwanjanuar.com)

http://detikislam.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s