Keistimewaan Muadzin

Jantung Muadzin Mengumandangkan Azan Setelah Meninggal Dunia

Kisah nyata dari Arab Saudi.

Dr Jasim Al Haditsy, seorang penasihat kesihatan jantung di Hospital di Riyadh menceritakan..

“Salah seorang rakanku bercerita kepadaku, suatu malam semasa dia bertugas ada seorang pesakit yang meninggal dunia

Untuk memastikan kematian pesakit tersebut, dia meletakkan stetoskop di dada pesakit tersebut kemudian mendengar suara azan,’Allahu Akbar, Allahu Akbar, Asyhadu alla ilaha illallah’

Dia berkata,”saya rasa sudah azan subuh…..pukul berapa sekarang???”

Jururawatnya berkata : “pukul satu pagi”

Saya tahu bahawa masa itu belum masanya solat Subuh

Kemudian saya meletakan kembali stetoskop diatas dada pesakit tersebut dan kembali mendengar azan tersebut hingga selesai

Lalu keesokan harinya saya bertanya kepada keluarganya tentang kehidupan arwah. Keluarga pesakit tersebut mengatakan dia (pesakit yg meninggal) bekerja sebagai muazzin di sebuah masjid.

Dia biasanya datang 15 minit sebelum waktu solat datang ia selalu mengkhatamkan Al Qur’an dalam tiga hari dan sangat menjaga lisannya dari kesalahan”.

Subhnallah……..

Dari Muawiah bin Abi Sufyan RA dia berkata: Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda:

لْمُؤَذِّنُونَ أَطْوَلُ النَّاسِ أَعْنَاقًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Orang-orang yang azan (muazzin) adalah orang yang paling panjang lehernya pada hari kiamat.” (HR. Muslim no. 387)

Yakni tatkala manusia sudah berdesak-desakan dan ketika peluh-peluh manusia sudah membanjiri mereka, bahkan ada yang peluhnya setinggi mulutnya. Maka muazzin selamat dari semua itu kerana leher mereka yang panjang. (Syarh Muslim: 4/333 karya An-Nawawi)

Abu Said Al-Khudri RA pernah berkata kepada Abdullah bin Abdirrahman bin Abi Sha’sha’ah Al-Anshari:

ى صَوْتِ الْمُؤَذِّنِ جِنٌّ وَلَا إِنْسٌ وَلَا شَيْءٌ إِلَّا شَهِدَ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ. قَالَ أَبُو سَعِيدٍ: سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

“Saya perhatikan kamu sangat menyukai kambing dan kampung. Kerananya jika kamu sedang bersama kambingmu atau sedang berada di kampungmu lalu kamu mengumandangkan azan untuk melaksanakan solat, maka tinggikanlah suaramu ketika azan. kerana sesungguhnya tidaklah suara muazzin itu didengarkan oleh jin, manusia, dan yang lainnya melainkan semuanya akan menjadi saksi baginya pada hari kiamat. Kemudian Abu Said berkata, “Saya mendengarkan (hadis) ini dari Rasulullah SAW.” (HR. Al-Bukhari no. 87)

Dari Abu Hurairah RA bahawasanya Rasulullah SAW bersabda :

لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِي النِّدَاءِ وَالصَّفِّ الْأَوَّلِ ثُمَّ لَمْ يَجِدُوا إِلَّا أَنْ يَسْتَهِمُوا عَلَيْهِ لَاسْتَهَمُوا وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِي التَّهْجِيرِ لَاسْتَبَقُوا إِلَيْهِ وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِي الْ

“Kalau seandainya manusia mengetahui besarnya pahala yang ada pada panggilan (azan) dan saf pertama kemudian mereka tidak boleh mendapatkannya kecuali dengan undian maka pasti mereka akan mengundinya. Dan kalaulah mereka mengetahui besarnya pahala yang akan didapatkan kerana bersegera menuju solat maka mereka pasti akan berlumba-lumba (untuk menghadirinya). Dan kalaulah seandainya mereka mengetahui besarnya pahala yang akan didapatkan dengan mengerjakan solat Isyak dan subuh, maka pasti mereka akan mendatanginya meskipun harus dengan merangkak.” (HR. Al-Bukhari no. 69 dan Muslim no. 437)

*Sumber dari suatuperjalananmaya.com

http://detikislam.blogspot.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s