Faktor Kunci Keunggulan Product Korea di pasar Global

Faktor-Faktor Kunci Merek Korea Bertarung di Pasar Global | Info Franchise Indonesia

PSY, SuJu, Samsung, LG, Bibigo, dan Etude tak lagi asing didengar dan begitu mewabah bukan hanya di Indonesia, namun juga di mancanegara. Itulah fenomena yang dikenal dengan Korean Wave atau Hallyu, di mana kebudayaan dari Korea Selatan menjadi booming dan berkembang di seluruh dunia, terutama di Asia. Korean Wave mendunia melalui berbagai media: musik, film (drama), makanan, teknologi, dan lain sebagainya.

Di Indonesia sendiri, Korean Wave telah merasuk di tengah masyarakat. Popularitas Korea mulai naik semenjak diputarnya drama Korea, atau yang lebih dikenal dengan K-Drama di stasiun TV nasional sekitar awal 2000. K-Drama seakan membius masyarakat Indonesia. Kalangan remaja pun mulai meniru gaya busana, dandanan, perhiasan bahkan alat komunikasi dari K-Drama. Bukan hanya soal gaya, restoran Korea pun mulai diminati semenjak K-Drama bertema kuliner diputar.

Samsung dan LG pun kini telah menduduki posisi puncak elektronik. Dahulu, Sony menjadi jawara untuk televisi, namun saat ini posisi itu sudah digeser oleh Samsung. Begitu juga pada kategori telepon seluler, Samsung bersaing ketat dengan Apple.

Saat ini yang juga sangat menonjol di Korea adalah bidang perawatan kecantikan. Kalau dulu kiplahnya ke Amerika dan negara maju lainnya, sekarang secara perlahan mulai bergeser walaupun masih terbatas pasar Asia. Korea sangat mendominasi bidang perawatan maupun produk perawatan kecantikan. Bahkan di Korea, hal ini telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Korea.

Keberhasilan Korea mendunia tidak lepas dari peranan masyarakat dan pemerintah Korea. Orang Korea mencintai produk dan merek Korea dan mereka memilih untuk menggunakan produk merek lokal, baik makanan, produk dan perawatan kecantikan, kendaraan, teknologi, dan lain sebagainya. Andil pemerintah salah satunya adalah dengan membatasi pengaruh dan masuknya merek luar, sebagai contoh saluran televisi internasional yang masuk ke Korea seperti FOX dan lainnya, diminta untuk memutar tayangan lokal.

Hal ini mendorong industri hiburan lokal menciptakan sesuatu yang kreatif dan menarik untuk konsumennya. Industri hiburan pun media komunikasi yang kuat untuk memperkenalkan dan mempromosikan Korea. Dampak dari keberhasilan industri hiburan secara tidak langsung berdampak pada industri pariwisata, termasuk medical tourism.

Sejauh ini, animo terhadap merek Korea yang masuk ke Tanah Air sangatlah tinggi. Di bidang kuliner, beberapa merek besar sudah masuk seperti Bon Chon, Bibigo, Bulgogi Brothers, Bornga, bahkan café pun sudah masuk Caffé Bene (Coffee Bean-nya Korea). Meskipun restoran Korea dapat dinikmati dengan harga lebih tinggi, hal itu tidak menghentikan para pelanggan untuk tetap datang.

Salah satu ritel Korea, Lotte Mart telah membuka lebih dari 30 gerai, dan tempat–tempat tersebut selalu dipadati pembeli. Merek kosmetik seperti Etude, The Face Shop dan Skinfood pun sudah mempunyai banyak cabang di kota-kota besar di Indonesia.

Franchise Korea menggunakan momentum untuk masuk ke dalam pasar Tanah Air dan melakukan penetrasi dengan cepat yang dimungkinkan oleh faktor-faktor keunggulannya.

• Kekuatan dari suatu merek. Merek-merek yang masuk ke Indonesia dan yang dibawa ke luar negeri adalah merek-merek yang sudah teruji dan mempunyai kekuatan di negara asalnya. Para pengusaha Korea sadar benar bahwa kekuatan suatu merek yang dibangun dengan pondasi yang kuat akan berdampak terhadap kesuksesan dari bisnis yang dijalankan secara jangka panjang, apalagi dengan menggunakan metode franchise.

• Strategi komunikasi yang terencana dan terpadu melalui berbagai media. Di era digital ini social media memegang peranan yang sangat vital dalam membangun merek, memasarkan produk dan layanan, serta meningkatkan animo masyarakat. Korea dalam hal ini sangat piawai mengoptimalkan peranan dari media-media komunikasi. Deman Gangnam Style yang meledak di seluruh penjuru dunia beberapa waktu yang lalu adalah salah satu bukti hasil dari komunikasi yang jitu.

• Selain faktor-faktor di atas, suatu produk dan layanan yang teruji berhasil di berbagai negara yakni di luar negara asalnya, tentu tidak lepas dari beberapa faktor kunci, antara lain: produk yang terus menerus dikembangkan dan ditingkatkan mutunya, konsistensi pelayanan, sistem yang terpadu, kemampuan mentransfer know-how secara sistematis. Semua faktor-faktor di atas adalah mutlak harus dipenuhi oleh suatu usaha, apalagi dijalankan dengan metoda franshise. Inilah yang akan membuktikan bahwa usaha-usaha franshise tersebut dapat diduplikasi secara cepat sesuai dengan standar dan mutu yang ditetapkan.

Bagi pengusaha lokal, menjadi tantangan dan keuntungan tersendiri untuk membangun usaha berbasis Korea. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tidak kalah saing dengan merek-merek asli Korea.

• Kualitas. Pengusaha perlu memperhatikan kualitas produk dan layanan. Merek Korea terkenal dengan standard mereka yang tinggi, dan standard itu pula yang harus diterapkan pengusaha lokal dalam mempertahankan bisnis mereka.

Di sisi lain pengusaha ini mengetahui cita rasa dan kebudayaan masyarakat lokal. Hal inilah yang harus dipertimbangkan sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi konsumen melalui produk dan pelayanan.

• Harga. Dibandingkan dengan harga produk dan service pada umumnya, harga yang ditetapkan oleh merek Korea pada umumnya di atas rata-rata, tentunya hal ini diiringi dengan ekspektasi lebih dari konsumen. Tentunya hal ini juga yang perlu diperhatikan dalam menetapkan harga produk dan layanan yang ditawarkan kepada konsumen

Bisnis franchise Korea memang sedang marak-maraknya dan akan terus menerus berkembang di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari perkembangannya dari tahun ke tahun. Namun, apakah kesuksesannya akan bertahan, hal ini belum teruji dan belum bisa dipastikan. Walaupun di negara asalnya, merek otomotif Korea seperti Hyundai dan KIA merupakan merek yang sangat dikenal, namun di Indonesia merek-merek ini belum terlalu sukses dan masih belum berhasil mengalahkan merek Jepang.

Kekuatan suatu merek dan sistem waralaba merupakan faktor kunci jika suatu produk dan service hendak bersaing di pasar internasional. Dalam hal ini, semua pihak memiliki andil. Konsumen Korea yang mencintai produk dalam negerinya, tentu mengangkat merek dan industri dalam negeri. Pemerintah yang memberikan dukungan dan proteksi terhadap industri lokal dan di saat bersamaan menggiatkan usaha dalam negerinya untuk berkreasi dan melakukan pengembangan lebih. Korea juga berhasil dalam memanfaatkan media komunikasi dengan efektif sehingga Korean Wave lebih cepat menyebar.

Oleh: Danny Anthonius, Country Manager A.S. Louken Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s