Bekam, alternatif sembuhkan Rematik

Sembuhkah Rematik dengan Bekam? « Islampos

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. saya ingin menanyakan prihal penyakit yang sedang saya alami sekarang, yaitu rematik, penyakit ini sudah saya alami sekitar 4 tahun karna ingin sembuh saya sudah mengonsumsi berbagai macam obat obatan tapi belum sembuh juga bahkan lebih sering terasa rematiknya, mohon solusinya.

HAMBA ALLAH

Wa’alaikum salam saya ucapakan terimakasih atas pertanyaan nya, berkaitan dengan rematik atau bahasa keren nya Rheumatoid Disease biasanya identik dengan usia lanjut tapi jaman sekarang yang usia muda pun ada.lalu tidak sangat saya anjurkan untuk mengkonsumsi obat kimia secara intensif lebih baik pergunakan obatan yang sifatnya alamiah karna itu lebih aman. Rematik adalah sela satu penyakit autoimun yang tidak diketahui penyebabnya.

Ada beberapa gejala rematik di antaranya:
• Terjadinya peradangan sendi dan ini terjadi pada dua sisi
• Kadang-kadang terjadi peradangan dan benjolan (nodul) pada liga men sendi.
• Terjadi kerusakan sendi, bias dilihat dengan menggunakan sinar x.
• Kekakuan dipersendian pada pagi hari yang akan hilang sekitar satu jam kemudian.
• Rasa nyeri ketika menggerakan atau menekan persendian (tenderness)
• Pengaruh rasa nyeri kadang-kadang berkembang keluar persendian sehingga menimbulkan peradangan di mata, berperngaruh pada organ pernapasan, jantung, otot dan saraf.

Ada beberapa perubahan yang terjadi pada banyak organ dalam kasus penyakit rematik:.
• Terjadi peradangan dan pembengkakan pada pembuluh darah kapiler dan pembuluh darah kecil (Vasculitis) yang terdapat di membrane synovial, kadang-kadang juga terjadi thrombosis (penggumpalan) kecil sehingga menyebabkan sel-sel membrane synovial mebesar kadang-kadang juga terjadi peradangan pada saraf-saraf disekitarnya (neuropathy)
• Pada awalnya, terjadi peningkatan produksi cairan synovial akibat bertambahnya permukaan yang mensekresikan cairan dalam membrane synovial, namun setelah itu berkurang.
• Setelah itu mulai terjadi sekresi zat prostaglandin yang merupakan katalis kimiawi yang mengantarkan rasa sakit ke otak dan melepaskan factor rematik (Rhematoid factor)
• Terjadi peningkatan tekanan didalam sendi akibat bertambahnya sekresi cairan synovial sehingga meningkatkan terjadinya kerusakan sendi.
• Akibat pembengkakan dan sumbatan pada pembuluh darah kapiler ditendon dan ligament, terjadilah peradangan yang menyebabkan kesukitan pegerakan karena rasa nyeri
• Akibat terjadiya peradangan pada membrane synovial, maka terjadilah kerusakan pada tulang rawan sendi karena berkurangnya zat proteoglikan yang mensuplay nutrisi bagi tulang rawan pada sendi.
• Terjadi peradangan pada membrane synovial, selanjutnya berkembang ketulang rawan, tulang, tendon, dan legamen

Efek Bekam terhadap Penyakit Rematik.
• Bekam menstimulasi keluarnya zat nitri oksida dengan sayatan bekam sehingga menyebabkan meluasnya pembuluh darah dan meningkatnya sirkulasi darah pada sendi, maka darah bisa mencapai saraf-saraf dan membrane synovial, lalu mengurangi peradangan (less neuropath)
• Zat nitrit oksida juga berperan sebagai katalis bagi zat morfin alami dalam tubuh (endorphin dan enkefalinI ke persendian yang terkena rematik, sehingga rasa nyeri berkurang.
• Bekam mengeluarkan zat prostaglandin dari persendian sehingga mengurang rasa nyeri karena zat ini merupakan katalis yang mengirimkan rasa nyeri ke otak.
• Bekam mengatur kerja system kekebalan serta mengurangi efeknya terhadap organ-organ dan sel tubuh.
• Jika kita melakukan terapi bekam, sebelum terjadinya peradangan pada membrane synovial, maka tidak akan terjadi kelebihan produksi cairan synovial sehingga tekanan didalam persendian tidak meningkat serta tidak terjadi perubahan atau kerusakan pada tukang rawan sendi. Tidak terjadi pula kekurangan zat proteoglikan yang mensuplai nutrisi tulang rawan sendi.
• Bekam berperan meningkatkan sirkulasi darah dipersendian sehingga mengurangi kram otot disekitar sendi.
• Bekam juga befungsi menyibukan jalur-jalur rasa nyeri dengan stimulasi rasa nyeri yang ringan sehinga mencegah sampainya sinyal rasa neri ke otak (sesuai Gate Control Theory).
• Bekam meningkatkan sirkulasi darah di sendi yang terkena rematik, menghilangkan peradangan pembuluh darah dan mencegah terjadinya thrombosis pada pembuluh darah kapiler dan pembuluh darah arteri sehingga mencegah pembengkakan membrane synovial yang menjadi sebab terjadinya sebagian besar perubahan pada persendian

Penting untuk dipahami
• Sebaiknya pembekaman tidak dilakukan pada seluruk titik pada sekali terapi.
• Jika penderita rematik mengonsumsi kortison, tidak perlu dihentikan secara mendadak, melainkan dosisnya dikurangi secara bertahap seiring dengan beberapa kali pertemuan untuk terapi.
• Jika terjadi kelainan pada persendian, peran bekam adalah pereda nyeri , tetapi tidak bisa memperbaiki kelainan itu atau mengembalikan tulang rawan atau membrane synovial seperti keadaan semula, melainkan mencegah agar kelainan itu tidak semakin parah.
• Rematik menimpa sebagian besar persendian tubuh, dan yang paling terkena dampak rematik adalah persendian tangan, khususnya persendian jari. Karena itu, bekam harus dilakukan pada persendian kecil maupun besar, setelah dilakukan pembekaman pada titik-titik kekebalan.
• Kadang-kadang titik-titik kekebalan, khail, dan persendian besar saja cukup, sehingga dalam banyak kasus tidak diperlukan pembekaman pad titik-titik persendian kecil. Bekam bisa mengurangi rasa nyeri pada prsendian kecil sekalipun tidak dilakukan pembekaman.
• Terpai bekam terhadap penderita rematik harus dilakukan secara hati-hati karena sebagian besar penderita rematik mengalami anemia akibat kekurangan kadar zat besi dalam darah.
• baiknya penderita sakit menggunakan sarana penyembuhan lain yang telah dijelaskan oleh Rasulullah saw seperti do’a dan sedekah dan mengkonsumsi herbal

Hasil penelitian
Berdasarkan penelitian yang saya lakukan Hasil dari terapi bekam untuk sakit rematik adalah “dahsyat bingitsss itu kalau kata anak muda hehehe”, jika dilakukan pada tahap awal serangan. Adapun jika telah terjadi kelainan dan peradangan, tingkat keberhasilannya “sedang” (berkisar antara 50-60%) dalam meredakan rasa nyeri yang dirasa. []

Redaktur: Saad Saefullah
http://www.islampos.com/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s