Raja Gustav III – Segelas Air

GUSTAV III

Kopi yang dikenal, yang sekarang dianggap barang lumrah, memang berasal dari tanah Arab, dari “qahwah”. Dahulu banyak diminum kaum sufi agar betah melek, betah berdzikir. Tetapi minuman berkhasiat ini pernah dianggap sebagai ramuan setan oleh sebagian pemimpin agama dan negara di Eropah.

Dr. Nurcholish Madjid mengutip kisah Raja Gustav III dari Swedia yang pada abad ke 18 yakin bahwa kopi yang diperkenalkan orang Arab itu racun. Untuk membuktikan ia hukum seorang pembunuh agar minum kopi setiap hari sampai mati. Sebagai perbandingan, seorang pembunuh yang lain diampuni tetapi dengan syarat harus minum teh. Dua orang dokter ditunjuk untuk mengawasi, siapa yang mati terlebih dahulu. Ternyata dokter-dokter itu yang mati terlebih dahulu, sedangkan Raja Gustav III sendiri bahkan terbunuh tahun 1792, masih dalam usia muda. Setelah bertahun-tahun, salah seorang pembunuh itu ternyata mati pada umur 83 tahun, yaitu yang biasa minum kopi setiap hari, sedangkan yang minum teh, karena ajal, mati jauh sebelumnya.

Ketika Raja Faisal dari Saudi Arabia memperkenalkan radio kepada rakyatnya, ia mendapat tentangan keras yang tidak disangka-sangka dari alim ulama. Mereka tidak saja menolak kehadiran alat komunikasi modern, bahkan menganggap radio itu hasil perbuatan setan. Mana mungkin benda mati bisa mengeluarkan suara kalau tidak ada ruh, tidak ada setan di dalamnya. Ketika Raja Faisal lantas memerintahkan menyiarkan ayat-ayat Al Qur-an, para ulama mulai menunjukkan sikap positip. Mereka berpikir, sebuah benda yang dapat melantunkan suara-suara dari Kitab Suci. Mustahil bikinan setan. Bukankah semua setan akan lari terbirit-birit jika mendengar bacaan ta’awwudz: “audzubillahi minas syaitonir rojim?” Bukankah setan mustahil mau bersusah payah menyuarakan Kalam Ilahi?

Ketika tahun 1969 astronot Amerika berjalan-jalan di bulan, ada beberapa ulama di Madura ribut. Agaknya mereka sudah lupa membaca surah Ar-Rakhman (33):
يَـٰمَعۡشَرَ ٱلۡجِنِّ وَٱلۡإِنسِ إِنِ ٱسۡتَطَعۡتُمۡ أَن تَنفُذُواْ مِنۡ أَقۡطَارِ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضِ فَٱنفُذُواْ‌ۚ لَا تَنفُذُونَ إِلَّا بِسُلۡطَـٰنٍ۬ (٣٣)

“Hai jama’ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus [melintasi] penjuru langit dan bumi, maka tembuslah [lintasilah], kamu tidak [akan] dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan.” (QS 55:33). Hal di atas sebenarnya bisa dihubungkan dengan pepatah Arab yang mengatakan: “Al-nas a’duu ma jahilu – Manusia (pada umumnya) adalah musuh apa saja yang tidak dipahaminya”. Sebagaimana halnya dengan etos para ulama: “Al-muhafudhah ala al-kadim al-shalih ala wa al-akhadz bi al-jadid al-ashlah – Memelihara yang lama yang baik, dan mengambil yang baru yang lebih baik”.

Surah AI-lsraa’ ayat 36, menyatakan: وَلَا تَقۡفُ مَا لَيۡسَ لَكَ بِهِۦ عِلۡمٌ‌ۚ “Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya”. (QS. 17:36).

Kita memang dilarang membebek, membeo, mengikut tanpa akal sehat. Tidak mengikut, tidak berarti lantas tidak menerima dengan hati-hati. Tidak mempunyai pengetahuan, tidak berarti lantas tetap ingin menjadi bodoh. Tidak tahu tidak berarti anti, lantas enggan berfikir enggan bertanya.

Konon ada kisah Syekh Abdulkadir Jaelani selepas tahajjud bermimpi melihat langit terbelah, ada cahaya amat terang dengan tulisan Allah, dan terdengar suara: “Hai Abdulkadir, sesungguhnya ibadahmu sudah cukup dan amalmu sudah penuh. Engkau pasti masuk sorga, berhentilah beribadah, berhentilah berbuat baik”. Syekh Abdulkadir tersentak berteriak: “Enyah engkau setan, engkau bukan Allah, mustahil Allah menyuruhku berhenti dari apa yang telah diperintahkan-Nya”.

Manusia selamanya dalam keadaan terperdaya (ghurur): dengan hal lama yang tetap dianggap baik, kadang dengan hal baru yang telanjur disangka buruk. Akan tetapi bisa juga terjadi bahwa suatu ketakutan atau kesulitan kadang-kadang bersumber dari ketidak-pedulian, kurangnya ilmu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s