Umur sebuah Ban Mobil

Berapa Lama Umur Sebuah Ban?

Rangga Rahadiansyah – detikOto
Senin, 15/12/2014 12:26 WIB

Jakarta -Sebuah ban mobil ternyata memiliki umur juga. Semakin tua umurnya, kualitas ban akan semakin berkurang. Kalau sudah begitu, keselamatan pengendara menjadi taruhan. Lalu, berapa lama idealnya penggunaan ban ya, Otolovers?

“Kalau umur ban ada dua. Umur bannya sendiri sama umur pemakaiannya. Jadi kalau pemakaiannya maksimal 40.000 km. Tapi kalau di bawah 40.000 km tapi penggunaannya sudah tiga tahun, itu biasanya karetnya sudah mulai retas, sudah mulai retak-retak,” kata salah seorang teknisi di bengkel One Station Gading Serpong yang menerima sertifikasi Tyre and Wheel Alignment secara internasional, Iwan.

Selain itu, mengecek selalu Tread Wear Indicator (TWI) pada ban juga diperlukan. Jadi, kalau umurnya masih ‘muda’ tapi dari indikator ban itu sudah tidak memungkinkan, ban juga harus diganti dengan yang baru.

“Di ban itu kan ada TWI, indikator ban apakah ban itu perlu diganti atau tidak,” kata Iwan.

TWI merupakan simbol untuk menunjukkan batas pemakaian ban. Biasanya, TWI pada ban berupa simbol segitiga di sisi ban atau berupa tonjolan pada sela-sela pattern ban.

Nah, agar ban tetap awet, perawatan harus dilakukan. Tetap jaga suhu dalam ban. Jika terlalu panas, ban tidak akan berumur panjang.

“Kondisi ban ketika digunakan jangan terlalu dalam kondisi panas. Karena karet ban yang panas itu lebih mudah cepat retak. Lebih mudah kena seuatu barang-barang yang tumpul,” ujar Iwan.

Untuk itu, perjalanan pun memiliki waktu maksimal agar menjaga suhu ban tetap dingin. Idealnya, jika sudah menghabiskan waktu 3 sampai 4 jam, pengendara disarankan untuk mengistirahatkan mobilnya. Hal itu pun bisa dimanfaatkan juga oleh pengendara untuk beristirahat.

“Kalau bisa jangan diforsir. Jadi ketika kita perjalanan jauh kalau bisa kita rest sebentar supaya bannya lebih dingin, kemudian jalan lagi. Maksimal (perjalanan) 4 jam. Istirahatnya, sebenarnya sih 15 atau 20 menit cukup untuk mendinginkan bannya,” kata Iwan.

Selain itu, kata Iwan, penggunaan nitrogen pun disarankan. Nitrogen bisa tetap menjaga kondisi panas pada ban. “Makanya disarankan anginnya diisi nitrogen,” katanya. (rgr/ddn)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s