Guruku dari Pesantren

GURUKU DARI PESANTREN
: Ubaidillah Achmad, Suluk Kiai Cebolek

Wa Ya Akhtab Wa Ya Anjab Wa Ya Sadat Wa Ya Ahbab, Wa Antum Ya Ulil Albab Ta’alau Wan Syuru Lillah …….

Pagi yg cerah ini, aku tatap ribuan judul karya para filosof agung dan teori2 para ilmuwan modern
Aku pegangi karya karyaku yg mereka baca, atau yg hanya ku baca sendiri dan mahasiswaku, namun hanya
Menembus jiwaku……..
Menembus mereka pun tidak
Lathifah yg terus kekeringan dan nestapa manusia
Berimajinasi dengan hari, bulan, tahun
bersama relasi suci antropik kosmologis
Selalu ada yg hilang dan menghadirkan:
aku yang bukan siapa dan apa apa
Rasioku kan berakhir pada batas waktu
dan semua yg aku fikirkan
Hatiku bukan hakku
dan kan kembali pada arus keabadian
Ruhku bukan aku
Kehendak tiriku terhisap
pada sebuah ilusi, imajinasi, seolah olah
pada citraku, citramu, citra kita atau mereka

Guru agungku, Kiaiku, pantaskah merindukanmu
Di saat aku mengingatmu yg terhimpit relasi
dan aksi buruk anak zamanku ….
Datanglah dalam jiwaku, kerinduanku, deras tetes air mataku memohankan sekujur jasad yg engkau tanam
Hingga menjulangkan ranting-ranting kenabian
Pada tujuh langit nubuwah
Pada pohon min haitsu laa yahtasib
Hingga kita kan memetik buah itu ……
Pantaskah rinduku pada pagi ini
Melampaui deret teori dan ideologi
Melampaui jejak manusia zaman
Nestapa

Jakarta, Selasa 10 Mei 2016

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s